Anda belum login [ Login ]
Resource Berita Terkini | Artikel | Download
Cari di Arsip:

53% Penduduk Indonesia Sudah Belanja Online

Tanggal: 20 Feb 2020
Sumber: Virgina Maulita Putri - detikInet

NamaDomain.com, Jakarta -

Masyarakat kelas menengah akan mendorong jumlah konsumen digital di Indonesia. Lebih dari separuh penduduk Indonesia sudah belanja online.

Meningkatnya penetrasi internet dan smartphone di Asia Tenggara, termasuk Indonesia, membuat semua industri dan aktivitas berpindah online, termasuk belanja. Apalagi didorong dengan demografi kelas menengah dan kemampuan belanja yang semakin besar, belanja online pun semakin digemari banyak orang.

Berdasarkan studi yang dilakukan oleh Facebook dan Bain & Company, jumlah konsumen digital di ASEAN dan Indonesia telah meningkat pesat selama beberapa tahun terakhir. Konsumen digital yang dimaksud dalam studi ini adalah orang-orang yang membeli dan bertransaksi secara online.

Studi ini mensurvei 12.965 responden di Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand dan Vietnam serta 30 CEO dan pemodal di negara-negara tersebut.


Untuk Indonesia sendiri, studi menunjukkan saat ini jumlah konsumen digital sudah mencapai 53% atau setengah dari total populasi Indonesia di tahun 2018.

"34% dari orang Indonesia pada tahun 2017 adalah digital consumer. 2018 angka ini menjadi 53%, lebih dari setengah orang yang berusia 15 tahun ke atas telah bertransaksi online," kata Partner Bain & Company, Edy Widjaja di The Hermitage, Jakarta, Rabu (19/2/2020).

Edy mengatakan angka ini diprediksi akan terus bertumbuh hingga beberapa tahun ke depan, berkat bantuan dari akses internet yang semakin meluas. Bahkan pada tahun 2025 mendatang, pertumbuhan belanja online di Indonesia diprediksi tumbuh menjadi USD 48 miliar (Rp 657,7 triliun).

Daya beli konsumen Indonesia saat belanja online juga akan melonjak hingga 3,2 kali lipat pada tahun 2025. Jika pada tahun 2018 rata-rata pengeluaran konsumen digital sebesar USD 125 (Rp 1,7 juta), lima tahun lagi angka ini akan mencapai USD 390 (Rp 5,3 juta).


Menurut Edy, prediksi ini termasuk yang paling tinggi di ASEAN. Bahkan jika dibandingkan dengan Thailand dan Vietnam yang pertumbuhan ekonominya lebih pesat.

Beberapa sektor akan merajai belanja online di Indonesia yaitu gadget dan elektronik, fashion dan retail, personal care, alat elektronik, hingga kebutuhan makanan sehari-hari.

"Ekonomi seperti ini akan maju di hampir semua jenis kategori produk. Ini yang membuat saya optimis bahwa saat ini merupakan momen yang luar biasa bagi Indonesia dan ASEAN untuk melihat bagaimana bagaimana konsumen digital akan menjadi konsumen yang lebih besar lagi dengan spending hingga tiga kali lipat," pungkasnya. (vmp/fay)