Anda belum login [ Login ]
Resource » Berita Terkini | Artikel | Download
Cari di Arsip:

Perancis Jadi Sasaran Serangan Maya China

Tanggal: 14 Sep 2007
Sumber: Kompas.co.id

NamaDomain.com, PARIS - Sistem informasi pemerintah Perancis telah menjadi sasaran serangan lewat dunia maya yang dilaporkan melibatkan China seperti yang dilaporkan terjadi pada pemerintah AS, Inggris, dan Jerman. Demikian disampaikan seorang pejabat tinggi keamanan Perancis kepada AFP, Sabtu (11/9).

"Kami punya indikasi-indikasi bahwa sistem informasi kami telah menjadi sasaran serangan seperti yang terjadi pada negara lain," kata Sekretaris Jenderal Pertahanan Nasional (SGDN), Francis Delon, dengan membenarkan berita di koran Le Monde.

"Kami memiliki bukti adanya keterlibatan dengan China. Tapi saya berhati-hati. Ketika saya menyebut China, bukan berarti pemerintah China. Kami saat ini tidak punya indikasi sedikitpun bahwa hal itu dilakukan Tentara Pembebasan Rakyat China," ujarnya

Ketika ditanya sistem komputer mana yang telah ditembus, Delon mengatakan bagian "yang menyangkut tugas negara (Perancis)." Sumber yang mengetahui dari dekat masalah tersebut mengemukakan sasaran yang ditembus adalah situs Internet untuk masyarakat dari kementerian pertahanan Perancis, namun situs itu tidak memiliki data rahasia. Infiltrasi itu sepertinya dilakukan para penyabot di dunia maya untuk mengetes pertahanan teknologi informasi.

Pemerintah China sebelumnya membantah keras bahwa tentaranya terlibat spionase internasional dengan komputer, menyusul berita-berita di koran yang menyebutkan bahwa pemerintah Inggris telah mengalami serangan dunia maya secara terus menerus dari China. Jerman sebelumnya mengindikasi bahwa usaha penyusupan ke komputer pemerintah mengarah kepada Tentara Pembebasan Rakyat China (PLA). Pejabat senior AS juga menyebut PLA di balik upaya infiltrasi ke jaringan komputer Pentagon Juni lalu.

"Menyebut militer China telah melakukan serangan dunia maya ke jaringan pemerintah asing adalah sesuatu yang tidak berdasar dan tidak bertanggungjawab serta hasil dari maksud-maksud tersembunyi," kata Jurubicara Kementerian Luar Negeri China, Jiang Yu.