Anda belum login [ Login ]
Resource » Berita Terkini | Artikel | Download
Cari di Arsip:

Gara-gara Komentar Pembaca, Situs Internet Diancam Tutup

Tanggal: 08 Jan 2008
Sumber: Fransiska Ari Wahyu

NamaDomain.com, Bangkok - Pemerintah Thailand semakin represif terhadap situs-situs yang dinilai menentang pemerintah. Situs-situs yang dinilai membangkang, langsung ditutup. Kali ini giliran sebuah situs politik yang ditutup.

Untuk kesekian kalinya, pemerintah negeri gajah putih tersebut menutup situs internet yang dipandang melawan pemerintah. Kali ini giliran sebuah situs politik yang ditutup, yakni sameskybooks.com.

Penutupan ini berawal dari publikasi komentar-komentar pengunjung di buletin sameskybooks.com, yang berisi kritik terhadap pemerintah yang dinilai terlalu berlebihan meratapi kematian Galyani Vadhana, kakak Raja Bhumibol Adulyade.

Masyarakat mengkritik pemerintah yang menyerukan kepada masyarakat untuk mengenakan pakaian hitam sebagai tanda berkabung.

Bahkan Menteri Komunikasi dan Informatika Thailand mengancam akan menutup ISP lokal Netservice jika ISP tersebut tidak mengambil tindakan tegas terhadap sameskybooks.com.

"Aku menerima surat dari Netservice bahwa pemerintah telah menekannya untuk mematikan situs kami, jika tidak, pemerintah akan mematikan Netservice," ujar Thanapol Eiwsakul, operator situs sameskybooks.com, seperti dikutip detikINET dari Physorg, Selasa (8/1/2008).

Thanapol mengaku tidak tahu menahu apakah nantinya dia harus menghadapi tuntutan ataukah nantinya akan diizinkan membuka kembali situsnya. Ia berharap kelak akan ada provider internet asing yang akan memberi kesempatan kepadanya untuk mengoperasikan kembali situsnya."Kami adalah satu dari beberapa situs yang mempublikasikan perlawanan terhadap pemerintah," tambahnya.

Memang pemerintah Thailand secara rutin memblokir situs-situs, terutama situs yang menyajikan konten seksual atau politik yang bersimpati pada mantan perdana Menteri terguling, Thaksin Shinawatra. Hingga kini telah ada sekitar 32.000 situs yang diblokir pemerintah. Pemerintah Thailand juga pernah memblokir Youtube.
( dbu / dbu )