|
Anda belum login [ Login ] |
Nama Domain Non-Latin Telah Mendapatkan Izin
| Tanggal: | 25 Jan 2010 |
| Sumber: | NamaDomain.com |
NamaDomain.com, Mesir, Rusia, Arab Saudi dan Uni Emirat Arab adalah negara pertama yang memenangkan persetujuan awal untuk alamat Internet yang seluruhnya ditulis dalam naskah asli mereka.
Sejak penciptaan nama domain pada 1980-an, mereka telah terbatasi pada 26 karakter dalam abjad Latin yang digunakan dalam bahasa Inggris, serta 10 angka dan tanda hubung. Trik teknis telah digunakan untuk dapat memungkinkan bagian-bagian dari alamat Internet menggunakan skrip lain, namun sampai saat ini akhiran tsb hanya menggunakan 37 karakter.
Pengumuman pada Kamis oleh ICANN, membuka jalan bagi seluruh domain yang akan ditampilkan di Arab pada pertengahan tahun ini namun ada beberapa aplikasi dalam bahasa lain yang sengaja ditunda. Hal ini kemungkinan pengguna internet hanya sedikit atau mereka hanya memiliki sedikit pengetahuan tentang bahasa Inggris.
Meskipun mesin pencari kadang-kadang dapat membantu pengguna mencapai situs tersebut, namun perusahaan masih perlu memasukkan karakter Latin pada iklan. Pengguna mungkin masih membutuhkan karakter Latin untuk alamat email, meskipun sebagai teknisi internet sebenarnya dapat menyelesaikan aplikasi email dalam bahasa Arab.
ICANN memberikan persetujuan awal kepada empat negara setelah bertahun-tahun melakukan perdebatan dan pengujian nama domain non-Latin. Permintaan meningkat di seluruh dunia guna memperluas penggunaan internet di kalangan orang-orang yang memiliki berbagai bahasa.
“Beberapa negara telah mengeluarkan sebagian nama domain non-Latin namun dengan akhiran Latin. Cuma 4 mengara saja yang tidak, yaitu : Mesir, Rusia, Arab Saudi dan Uni Emirat Arab”, ujar Tina Dam, selaku direktur senior ICANN khusus Nama Domain.
Untuk tiga negara yang berbahasa Arab, akan ada banyak kebingungan karena bahasa mereka ditulis dari kanan ke kiri, sementara bagian Latin dari kiri ke kanan. Sedangkan Rusia akan mengalami kekhawatiran yaitu karakter Cyrillic dan Latin tampak terlalu mirip dan akan menciptakan kebingungan jika dicampur dalam satu alamat internet.
Empat negara ini sekarang harus secara resmi meminta akhiran lain, dan dewan ICANN menyetujuinya. Diharapkan saat ini ICANN telah memberikan akhiran yang diusulkan untuk memastikan mereka tidak akan menyebabkan kebingungan dengan bahasa Latin. (fh)