Anda belum login [ Login ]
Resource » Berita Terkini | Artikel | Download
Cari di Arsip:

Afrika Selatan Siap Tempur Demi Mempertahankan SouthAfrica.com

Tanggal: 20 Mar 2001
Sumber: NamaDomain.com

NamaDomain.com, Jumat minggu ini (23/03), pemerintah Afrika Selatan memutuskan untuk berperang dengan Virtual Countries Inc. dalam persidangan yang akan diadakan di New York bulan depan demi mempertahankan SouthAfrica.com.
Direktur Umum bidang Komunikasi Masyarakat Afrika Selatan, Andile Ngcaba mengatakan bahwa perusahaan Virtual Countries Inc. telah meminta biaya ganti rugi kepada pemerintah Afrika Selatan sebesar $5 juta - $10 juta dan pemerintah Afrika Selatan menolak dengan tawaran yang diajukan ini dan akan mengajukan banding pada bulan depan.
"Persidangan ini akan diadakan di New York pada bulan April dan kemungkinan akan diadakan pada tanggal 16 april 2001," katanya.
Saat ini saja nama negara yang telah dijadikan nama domain sudah banyak sekali dan hampir keseluruhannya tidak dikuasai oleh negara yang bersangkutan. Hanya beberapa negara saja yang memiliki pengetahuan IT yang tinggi yang telah berhasil mengamankan nama negaranya. Untuk kawasan Afrika, hanya tiga negara saja yang berhasil menyelamatkan nama negaranya dari jarahan cybersquatter.
Virtual Countries, Inc. telah berhasil mengumpulkan nama domain negara sebanyak 30 buah nama negara.
Bila anda membuka situs SouthAfrica.com maka anda akan mendapatkan informasi mengenai negara Afrika Selatan ini baik itu mengenai budayanya maupun keindahan alamnya. Bahkan andapun dapat memperoleh alamat email gratis dengan nama domain soutafrica.com.
Untuk Indonesia.com sendiri yang beberapa waktu yang lalu dijadikan tempat judi telah berubah total.
Berdasarkan pengamatan yang dilakukan oleh NamaDomain.com, bila anda mengunjungi situs Indonesia.com, maka anda akan mendapatkan informasi yang sama dengan SouthAfrica.com. Kali ini yang tersaji dalam Indonesia.com lebih sopan dibandingkan isi yang disajikan beberapa bulan yang lalu.
Sayangnya dalam situs Indonesia.com tidak memberikan fasilitas email gratis dengan nama domain Indonesia.com.
Walaupun situs Indonesia.com isinya lebih sopan dari beberapa waktu yang lalu, pemiliknya masih dikuasai oleh orang asing bukan pemerintah Indonesia. Bagaimana reaksi pemerintah terutama Departemen yang membawahi bidang Informasi Teknologi menyikapi kondisi ini?