|
Anda belum login [ Login ] |
ICANN Jamin Tidak Akan Terjadi CyberSquatting Pada Domain Baru
NamaDomain.com, Louis Touton, Wakil Presiden Internet Corporation for Assigned Names and Numbers (ICANN), memberikan penjelasan di depan sub komite kongres AS, bahwa mereka akan memperkenalkan domain ber-extention baru, seperti .biz dan .pro. Penjelasan yang dikeluarkan Kamis waktu setempat itu, menggarisbawahi bahwa pemberian extention baru tidak akan meningkatkan aktivitas cybersquatting yang sudah marak saat ini.
Cybersquatting adalah usaha mendaftarkan nama domain terkenal dengan maksud mencari keuntungan apabila pihak yang berminat mencoba membelinya dari tangan pendaftar.
Di depan sub komite yang mengatur masalah intellectual-property itu, dijelaskan bahwa ICANN, yang memiliki otoritas tertinggi pengaturan nama domain dan IP itu, akan mengambil langkah-langkah untuk memastikan nama domain baru tersebut dapat diterima oleh perusahaan resmi yanng memiliki nama sesuai dengan trademark mereka.
Ada tujuh domain baru yang tawarkan ICANN pada akhir November 2000. Nama domain itu melengkapi domain .net, .com, dan .org yang sudah lama diperkenalkan sebelumnya. Pembukaan pendaftaran nama domain baru itu direncanakan dibuka pada musim panas 2001. Demikian diberitakan Reuters "Memang ada langkah-langkah teknis yang harus diperbaiki, namun saya percaya, jika langkah-langkah tersebut dilakukan secara hati-hati dan perlahan, maka dapat meminimalisir efek negatif yang dapat terjadi selama dan setelah pendaftaran," tambah Touton.
Anggota kongres AS justru mengkhawatirkan tindakan dari pemegang hak cipta resmi. Mereka justru dikhawatirkan akan mendaftarkan trademark mereka pada ketujuh nama domain yang sudah ada. Hal itu diperkirakan akan memberikan persoalan baru, selain mengurangi ketersediaan nama domain, pengaturannya pun akan menjadi susah.
Kekhawatiran tersebut dijawab oleh Jeff Neuman, direktur Hukum dan kebijakan NeuStar Inc. Dijelaskan olehnya, bahwa setiap perusahaan yang mendaftar akan dicek terlebih dahulu pada database pemegang trademark untuk memastikan bahwa mereka tidak melanggar trademark yang sudah ada sebelumnya.
Sedangkan pihak dari Register.com menjelaskan, bahwa mereka hanya memberikan domain .pro untuk profesional yang memiliki kualifikasi seperti dokter, pengacara ataupun akuntan.
Diinformasikan juga, bahwa hampir lebih 2000 kasus Cybersquatting telah diadukan di World Intellectual Property Organization sejak tahun 1999.