Anda belum login [ Login ]
Resource Berita Terkini | Artikel | Download
Cari di Arsip:

Deretan Pembeli Potensial Snapchat, dari Tencent sampai Netflix

Tanggal: 29 Oct 2018
Sumber: Muhamad Imron Rosyadi - detikInet

NamaDomain.com,

Jakarta - Snapchat butuh suntikan dana tambahan. Kisaran 2019 sampai 2021 nanti, mereka diprediksi akan kehabisan uang, begitu kata firma analisis MoffetNathanson.

Satu pilihan mereka adalah menjual kepemilikan dari Snap, induk perusahaannya. Dana sebesar USD 500 juta sampai USD 1 miliar dinilai cukup untuk paling tidak memperpanjang napas mereka. Lantas, dari mana sumber uang tersebut bisa berasal? Mari kita telusuri satu per satu. Pertama, uang dari Arab Saudi.


Pangeran Al-Waleed Talal diketahui telah menyuntikkan dana sebesar USD 250 juta ke Snap. Itu membuat dirinya memiliki 2,5% kepemilikan di sana.


Walau demikian, sangat riskan untuk menerima investasi tambahan dari uang Arab Saudi, terlebih dalam waktu dekat ini. Pasalnya, kasus pembunuhan terhadap jurnalis Jamal Khashoggi membuat negara tersebut menjadi sorotan tajam dunia.

Beberapa pengamat sampai politisi asal Amerika Serikat bahkan menyarankan untuk tidak lagi menerima penanaman modal dari negara penghasil minyak itu. Dilema pun juga dirasakan SoftBank yang sudah mendapat dana USD 45 miliar untuk proyek Vision Fund mereka.

Kala pilihan dari Timur Tengah terasa berat, maka China jadi opsi berikutnya. Raksasa teknologi asal Negeri Tirai Bambu, Tencent, dinilai memiliki potensi lantaran pihaknya sudah menggelontorkan sekitar USD 2 miliar di sana untuk membeli 12% bagian saham.

Walau begitu, ada hambatan yang bisa jadi menghalangi proses jika Tencent memang berniat untuk mengakuisisi lebih banyak porsi saham Snap. Perang dagang antara AS dan China jadi tembok penghalang itu sehingga kegiatan akuisisi bisa ditolak.


Alternatif berikutnya, sekaligus bisa dibilang skenario terburuk, adalah menyerah sebagai perusahaan independen dan mengharapkan akuisisi secara mayoritas dari pihak yang lebih besar. Disney, Apple, Amazon, hingga Google dianggap mampu untuk membelinya.

Walau begitu, ada beberapa pertimbangan juga bagi keempatnya untuk membeli Snap. Bagi Disney, itu akan jadi pertaruhan besar dalam usahanya untuk terjun ke dunia media sosial. Untuk Apple, sepertinya Snapchat yang sangat memanfaatkan data penggunanya, sebagaimana platform serupa pada umumnya, agak berlawanan dengan visi Tim Cook.

Pada Google, akuisisi terhadap Snap mungkin akan menarik perhatian regulator terkait kompetisi. Sedangkan Amazon juga sudah memiliki Twitch sebagai platform populer di kalangan anak muda.

Lantas, siapa yang mampu dan memang tak memiliki halangan untuk membeli Snap? Jawabannya adalah: Netflix, sebagaimana detikINET kutip dari Tech Crunch, Minggu (28/10/2018).


Dari sisi kesanggupannya, valuasi Netflix berada di angka USD 130 miliar, sedangkan Snap USD 8,8 miliar. Selain itu, Netflix juga kuat dalam menghadirkan tontonan menarik, yang bisa jadi akan memperkaya konten di Snapchat.

Menarik untuk ditunggu bagaimana nasib Snapchat ke depan. Dengan gelapnya masa depan yang di depan matanya, apakah ia akan mengikuti jejak media sosial lain seperti Path yang tutup? Kita lihat saja nanti. (mon/mon)