|
Anda belum login [ Login ] |
Domain Batutulis.com Ditawarkan Seharga US$ 2 Ribu
NamaDomain.com, Belakangan ini, pengguna internet dari Indonesia mengalami kesulitan untuk memperpanjang nama domain yang didaftarkan di Network Solutions (Netsol) dan beberapa registrar asal Amerika Serikat lainnya. Tampaknya, masalah ini terkait dengan embargo internet yang dilakukan situs-situs Amerika Serikat terhadap Indonesia.
Bahkan perusahaan sekelas PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom), bulan lalu tidak dapat memperpanjang domain telkom.net. Akibatnya, ratusan ribu pengguna alamat email telkom.net tak dapat mengirim dan menerima email selama lebih dari 24 jam.
Telkom akhirnya berhasil memperpanjang domain tersebut berkat bantuan koleganya yang ada di Amerika Serikat. Namun, banyak perusahaan lain yang tidak berhasil memperpanjang nama-nama domain miliknya. Domain batutulis.com, misalnya, malahan ditawarkan oleh pembeli barunya seharga US$ 2 ribu atau sekitar Rp 18 juta.
Demikian diungkapkan pemilik domain batutulis.com sebelumnya, Michael S Sunggiardi, di milis Asosiasi Warnet, Selasa (8/10/2002).
Ketua Presidium Asosiasi Warung Internet Indonesia (Awari) yang akrab dengan panggilan Opa ini, dalam emailnya menyatakan, selama dua bulan sejak expired, domain tersebut masih dipertahankan oleh Netsol. “Padahal saya sudah bolak-balik ngirim email, minta Netsol memindahkan DNS-nya ke server lain, karena saya tidak bisa membayar dengan kartu manapun,” tulis Opa.
“Saya sudah pinjam ke tante, om dan lainnya. Amex, Visa, Master, Dinners Club, semua gagal total. Malah itu orang Netsol menganjurkan saya bayar pakai Money Order dan transfer yang nota bene mesti nambah biaya,” lanjut Opa lagi dalam postingnya.
Akhirnya, Opa mengaku putus asa dan membiarkan saja domain tersebut. “Eh, taunya selama dua bulan itu domain batutulis.com ditawar-tawarin ke orang-orang oportunitis dan yang kesabet Gal Moran dari Israel,” tulis Opa sembari melanjutkan bahwa Gal meminta US$ 2 ribu untuk mengembalikan nama domain tersebut.
Opa kemudian memilih untuk membiarkan saja nama domain tersebut. Saat ini batutulis.com telah berubah menjadi situs yang menawarkan DVD porno, obat-obatan untuk memperbesar alat kelamin pria dan buku-buku olahraga.
Kejadian naas semacam ini tidak hanya dialami oleh Opa. Beberapa email yang tiba di meja redaksi detikcom mengaku, perusahaan tempatnya bekerja mengalami hal serupa. Dan tidak seberuntung Telkom, hampir semuanya terpaksa merelakan nama domain tersebut.
Masalahnya cukup banyak nama domain milik perusahaan Indonesia yang didaftarkan di Netsol. Sebutlah nama-nama domain seperti KlikBCA.com, Astaga.com, DiscTarra.com, Telkomsel.com, Indo.com, AutoCyberCenter.com dan SearchIndonesia.com.
Kebanyakan nama domain internasional milik perusahaan Indonesia memang didaftarkan pada registrar Amerika Serikat. Repotnya, situs-situs Amerika Serikat saat ini tengah memperketat embargonya terhadap transaksi dari Indonesia.
Jika hal ini tak segera diantisipasi, jangan kaget kalau suatu ketika pengguna internet tak dapat melakukan transaksi perbankan online melalui KlikBCA atau tak dapat membaca berita di Astaga.com hanya karena nama domainnya expired.
Sebagai langkah awal, mungkin ada baiknya mentransfer domain yang masa berlaku ke registrar di luar Amerika Serikat. Joker.com dan DomainRegistry.de asal Jerman, Corenic.org Swiss atau PlanetDomain.com Australia, misalnya, masih belum memberlakukan embargo terhadap Indonesia.
Namun ada baiknya, semua pihak mulai mencari pemecahan masalah embargo internet yang semakin mengganggu pengguna internet Indonesia.