Anda belum login [ Login ]
Resource » Berita Terkini | Artikel | Download
Cari di Arsip:

Ganti Nama Jadi Sisindokom Sisindosat Tidak Hanya Garap Indosat

Tanggal: 27 May 2005
Sumber: Achmad Rouzni Noor II

NamaDomain.com, Setelah 15 tahun ada di bawah Indosat, PT Sisindosat Lintasbuana kini dilepas dan mengganti nama menjadi PT Sisindokom Lintasbuana. Setelah ini, perusahaan tidak hanya menjadi penyedia solusi TI untuk Indosat saja.

Sebelumnya Sisindosat lebih menyediakan produk, sekitar 70-80 persen dan service-nya hanya sebesar 20-25 persen. "Dalam dua sampai tiga tahun ke depan, diharapkan nilai service bertambah menjadi 60 persen," kata FX Soehartono, Presiden Direktur PT. Sisindokom, pada acara Perubahan Identitas Sisindosat, di Hotel Sangri La, Jakarta, Kamis (26/5/2005).

Saat ini Sisindokom akan berkonsentrasi untuk menjadi penyedia solusi TI untuk perusahaan telekomunikasi. "Jika dulu menjadi anak perusahaan Indosat, sekarang posisinya menjadi mitra," kata Soehartono.

Saat ini Indosat masih menjadi klien terbesar bagi Sisindokom. Dengan kontribusi sebesar 60 persen. Sementara klien lain mencakup XL dan Telkomsel. Perusahaan lainnya diantaranya Bea & Cukai, Bank Indonesia, klien-klien BI dan puluhan BUMN lainnya dan sektor pendidikan seperti Universitas Negeri Jakarta.

Selama 2004 pendapatan Sisindosat mencapai Rp 180 miliar, dan diharapkan meningkat 20 persen hingga akhir 2005 nanti. Perubahan identitas Sisindosat berlaku mulai hari ini. Sisindosat lepas dari Indosat setelah diakuisisi oleh PT Astel, perusahaan yang bergerak di infrastruktur TI, seharga Rp 40 miliar. Penjualan Sisindosat dimaksudkan untuk lebih mengembangkan perusahaan dan memperluas market size.

Proses pelelangan dimulai sejak 17 Desember 2004, dan Astel resmi menjadi pemenang pada 7 Januari 2005. Selama itu, perusahaan masih memakai identitas lama. Astel mengambil alih Sisindosat untuk melengkapi kebutuhan TI, sementara Astel akan lebih fokus ke infrastruktur.

Dijelaskan Soehartono, dalam manajemen barunya, investasi Sisindokom adalah untuk sumber daya manusia (SDM), mengingat investasi fisik dan infrastruktur sudah tersedia. Untuk SDM mereka menginvestasikan Rp 12 miliar. Perusahaan merekrut 150 orang untuk karyawan tetap dan 160 orang untuk karyawan tidak tetap. Sementara karyawan lama masih dipertahankan.

Dengan mengakuisisi Sisindosat, Astel yang mempunyai pangsa pasar sekitar 5-10 persen, ingin menjadi penyedia solusi teknologi informasi terkemuka di Indonesia. "Setidaknya kami akan survive menghadapi maraknya persaingan,"
papar Koes Prawoto, Direktur PT Astel.